Jumat, 27 September 2019

Plt Dirut BJB, Agus Mulyana Raih The Most Commited GRC Leader 2019

Image result for bank BJB dan Agus Mulyana top grc
Bank bjb

Direktur Kepatuhan Bank BJBAgus Mulyana kini diapuk sebagai The Most Commited GRC Leader 2019 dalam ajang TOP GRC (Governance, Risk, & Compliance) 2019.

Penghargaan ini diraih Agus Mulyana setelah melalui proses yang sangat panjang. Bahkan dalam akun instagram pribadinya, @amulyana46 ia mengaku bangga atas penghargaan yang ia dapat.

"bagi saya selaku Direktur Kepatuhan Bank BJB didapuk sebagai The Most Commited GRC Leader 2019. Tentu saja ini tak luput dari peran serta seluruh insan bank BJB yang senantiasa menerapkan prinsip tata kelola perusahaan yang baik alias good corporate governance (GCG) dalam setiap langkah usahanya untuk mewujudkan BJB lebih baik" kata Agus Mulyana.

Melansir dari AyoBandung.com, kinerja yang dihasilkan dari manajemen risiko yang dipimpim langsung oleh Agus Mulyana memang terbilang sangat bagus. Dimana adanya pola manajemen risiko yang diterapkan Bank BJB selama ini terbukti berhasil memberi rasa aman sekaligus menunjang pertumbuhan perusahaan.

Bahkan berbagai langkah pengambilan keputusan usaha yang dijalankan perbankan juga bisa terhindar dari risiko merugikan bahkan mendorong ekspansi keuntungan pada level optimal.



Sumber: AyoBandung.com

Kamis, 26 September 2019

Bank BJB Kini Lakukan Pengembangan Digitalisasi Produk dan Layanan

Image result for agus mulyana bjb era perbankan digital


Ditengah persaingan dalam merespon kebutuhan konsumen, Bank BJB kini hadir menjawab tantangan perkembangan digital di tengah persaingan yang kian kompetitif dengan jajaran manajemen yang baru.

Jajaran direksi Bank BJB saat ini dipimpin oleh Yuddy Renaldi sebagai Direktur Utama, Agus Mulyana sebagai Direktur Kepatuhan, Nia Kania sebagai Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko, Rio Lanasier sebagai Direktur IT, Treasury, dan International Banking, Suartini sebagai Direktur Konsumer dan Ritel serta Tedi Setiawan sebagai Direktur Operasional. 

Bank dengan kode emiten BJBR ini berhasil menorehkan kinerja positif pada Triwulan II 2019.  Dimana Bank BJB mencatatkan aset sebesar Rp120,7 triliun atau tumbuh sebesar 6,4% year on year yang didukung oleh penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar Rp95,1 triliun atau tumbuh 7% y-o-y. Dengan Total kredit meningkat 8,2% menjadi sebesar Rp78,2 triliun. Kinerja bisnis tersebut membuat Bank BJB berhasil mencatatkan laba bersih sebesar Rp803 miliar.  

Berbagai langkah strategis yang ditempuh Bank BJB bersama Agus Mulyana untuk percepatan bisnis dan peningkatan layanan kepada nasabah. Agus Mulyana yang juga termasuk jajaran direksi Bank BJB akan melakukan pengembangan digitalisasi produk dan layanan, dengan rencana pengembangan jangka pendek.

Dengan melakukan akselerasi pembangunan beberapa produk dan layanan elektronik serta digital banking antara lain seperti pengembangan e-money server based untuk transaksi menggunakan QR Code, perluasan fitur dari mobile banking Bank BJB termasuk BJB Digi yang lebih user friendly, integrasi bisnis digital dengan perusahaan Fintech termasuk e-commerce, self service banking machine atau e-kiosk dan transaksi menggunakan chat bot.

Sedangkan untuk pengembangan jangka panjang dalam digitalisasi layanan, Bank BJB dengan jajaran komisaris diisi oleh Farid Rahman sebagai Komisaris Utama Independen, Eddy Iskandar Muda Nasution dan Muhadi sebagai Komisaris, serta Fahlino F. Sjuib dan Yayat Sutaryat sebagai Komisaris Independen dikatakan akan mengoptimalkan kolaborasi dengan pemerintah daerah dalam bentuk elektronifikasi layanan pengelolaan keuangan daerah, antara lain digitalisasi layanan publik, digitalisasi Pemerintahan Daerah dan mendukung program Smart City. 

"Kami meyakini di dalam setiap perubahan akan selalu ada peluang dan tantangan untuk dihadapi. bank bjb siap menghadapi tantangan-tantangan baru ini dan membuktikan bahwa Bank BJB  merupakan bank yang adaptif dan dinamis dalam merespon kebutuhan layanan transaksi nasabah,"  ujar Direktur Utama bank bjb Yuddy Renaldi.

Sumber: AyoBandung

Kamis, 19 September 2019

Di Era Perkembangan Digital, Bank BJB Hadir Menjawab Kebutuhan

Image result for agus mulyana bjb era perbankan digital


Ditengah persaingan dalam merespon kebutuhan konsumen, Bank BJB kini hadir menjawab tantangan perkembangan digital di tengah persaingan yang kian kompetitif dengan jajaran manajemen yang baru.

Jajaran direksi Bank BJB saat ini dipimpin oleh Yuddy Renaldi sebagai Direktur Utama, Agus Mulyana sebagai Direktur Kepatuhan, Nia Kania sebagai Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko, Rio Lanasier sebagai Direktur IT, Treasury, dan International Banking, Suartini sebagai Direktur Konsumer dan Ritel serta Tedi Setiawan sebagai Direktur Operasional. 

Bank dengan kode emiten BJBR ini berhasil menorehkan kinerja positif pada Triwulan II 2019.  Dimana Bank BJB mencatatkan aset sebesar Rp120,7 triliun atau tumbuh sebesar 6,4% year on year yang didukung oleh penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar Rp95,1 triliun atau tumbuh 7% y-o-y. Dengan Total kredit meningkat 8,2% menjadi sebesar Rp78,2 triliun. Kinerja bisnis tersebut membuat bank bjb berhasil mencatatkan laba bersih sebesar Rp803 miliar.  

Berbagai langkah strategis yang ditempuh Bank BJB bersama Agus Mulyana untuk percepatan bisnis dan peningkatan layanan kepada nasabah. Agus Mulyana yang juga termasuk jajaran direksi Bank bjb akan melakukan pengembangan digitalisasi produk dan layanan, dengan rencana pengembangan jangka pendek.

Dengan melakukan akselerasi pembangunan beberapa produk dan layanan elektronik serta digital banking antara lain seperti pengembangan e-money server based untuk transaksi menggunakan QR Code, perluasan fitur dari mobile banking Bank BJB termasuk BJB Digi yang lebih user friendly, integrasi bisnis digital dengan perusahaan Fintech termasuk e-commerce, self service banking machine atau e-kiosk dan transaksi menggunakan chat bot.

Sedangkan untuk pengembangan jangka panjang dalam digitalisasi layanan, Bank BJB dengan jajaran komisaris diisi oleh Farid Rahman sebagai Komisaris Utama Independen, Eddy Iskandar Muda Nasution dan Muhadi sebagai Komisaris, serta Fahlino F. Sjuib dan Yayat Sutaryat sebagai Komisaris Independen dikatakan akan mengoptimalkan kolaborasi dengan pemerintah daerah dalam bentuk elektronifikasi layanan pengelolaan keuangan daerah, antara lain digitalisasi layanan publik, digitalisasi Pemerintahan Daerah dan mendukung program Smart City. 

"Kami meyakini di dalam setiap perubahan akan selalu ada peluang dan tantangan untuk dihadapi. bank bjb siap menghadapi tantangan-tantangan baru ini dan membuktikan bahwa bank bjb merupakan bank yang adaptif dan dinamis dalam merespon kebutuhan layanan transaksi nasabah,"  ujar Direktur Utama bank bjb Yuddy Renaldi.

Sumber: AyoBandung

Rabu, 18 September 2019

Terapkan Pengelolaan Risiko Dengan Baik, Agus Mulyana dan BJB Dapat Penghargaan TOP GRC 2019

Direktur Kepatuhan bank bjb Agus Mulyana memegang penghargaan TOP GRC 2019. (Istimewa)



Mendapat penghargaan TOP GRC 2019 #4 Stars. Bank BJB dinilai telah menerapkan manajemen risiko dan kepatuhan sangat baik. Penghargaan ini dinilai dari tiga aspek utama, yakni sistem, infrastruktur, dan implementasi tata kelola perusahaan.

Tak hanya itu saja, Bank BJB berhasil menerapkan pola manajemen risiko dengan terbukti memberi rasa aman sekaligus menunjang pertumbuhan perusahaan. Bank BJB berhasil menjaga Catatan perseroan pada Semester I 2019 rasio Non Performing Loan (NPL) di level 1,7% atau lebih baik dibanding rasio NPL industri perbankan per Mei 2019 yang sebesar 2,61%. 

Sementara itu, rasio Net Interest Margin (NIM) bank BJB berada pada level 5,7% atau berada di atas rata-rata rasio NIM industri perbankan yang mencapai 4,9%. Sedangkan dari segi kinerja, tercatat total aset bank bjb berhasil tumbuh 6,4% year on year (yoy) menjadi sebesar Rp120,7 triliun. Pertumbuhan aset ini didukung oleh penghimpunan DPK sebesar Rp95,1 triliun atau tumbuh sekitar 7% yoy. Sedangkan untuk laba bersih setelah pajak tercatat sebesar Rp803 miliar. Untuk total kredit yang disalurkan mencapai Rp78,2 triliun atau tumbuh sebesar 8,2% yoy.

Yang tentunya, langkah positif pengelolaan risiko perusahaan ini juga diakui berbagai pihak yang kompeten, termasuk di antaranya Top Business, Komite Nasional Kebijakan Governance (KNKG), Indonesia Risk Management Professional Association (IRMAPA), Institute Compliance Professional Indonesia (ICoPI), dan Asia Business Research Center yang saling bekerja sama memberikan penghargaan TOP GRC (Governance, Risk & Compliance) 2019.

Namun tak hanya Bank saja yang mendapat penghargaan, Agus Mulyana juga mendapatkan penghargaan dalam acara ini. Dimana Direktur Kepatuhan Bank BJB Agus Mulyana dinobatkan sebagai The Most Committed GRC Leader 2019 dalam ajang ini. 

"bank bjb menyadari berbagai langkah usaha yang dilakukan perseroan harus dilandasi oleh tujuan mulia untuk terus berkembang dan berkontribusi bagi negeri. Seluruh keputusan perusahaan selalu didasarkan pada prinsip tata kelola yang baik, didukung analisis tajam untuk melihat berbagai peluang dan ikhtiar nyata demi mempertahankan kebutuhan nyata dan berkelanjutan," kata Pemimpin Divisi Corporate Secretary Bank BJB, M. As'adi Budiman. 

Bank BJB sendiri selalu menerapkan prinsip tata kelola perusahaan yang baik alias good corporate governance (GCG) dalam setiap langkah usahanya. GCG Bank BJB telah terbukti bekerja dengan baik dan beberapa kali membuat perbankan diganjar penghargaan, tak terkecuali dari lembaga antirasuah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Sumber: AyoBandung


Kamis, 05 September 2019

Bersama Sejumlah Musisi, Iwan Fals Gelar Pameran Lukisan

Image result for iwan fals
BeritaSatu.com

Biasa tampil dimuka umum sebagai penyanyi, kini Iwan Fals diketahui akan menggelar pameran lukisan yang bertajuk Visual Exhibition Bukan Satu Garis di Galeri Cipta II, Taman Ismail Marzuki, 6-20 September 2019.

Pameran ini dikuratori oleh dosen filsafat  UI  Tomy F Awuy, dimana Iwan Fals akan memaerkan karyanya bersama enam seniman lainnya yaitu Amin Kamil,  Tony Q, Sujiwo Tedjo, Amien Kamil,  Kakak Slank, Fauzan  Moosad, dan  Tyo Pakusadewo.  

“Mereka mau tampil bareng buat aku sih sangat luar biasa. Yang menjadi catatan, pameran dengan nama-nama besar ini tidak ada sponsor  sama sekali. Ini pameran independen,” tegas Amien Kamil kepada AKURAT.CO di tengah persiapan pameran, Rabu (4/9).

Ia juga mengatakan bahwa pameran ini murni dalam kaitan karya seni dan tidak ada hubungannya dengan mendukung tokoh tertentu.

“Kami  berbuat saja.  Ini adalah upaya menangkap fenomena  kehidupan. Kami coba mengekspresikannya dalam bentuk garis, warna, komposisi, tema, kegelisahan, dan pertanyaan-pertanyaan,” katanya.

Sebagaimana temanya yang berbunyi Bukan Satu Garis, menurut Amien, para perupa tidak tampil stereotype. Tapi beragam bentuk dan tetap menampilkan ideologi dan ciri khas masing-masing.

Sumber: Akurat.co 

Ditinggal Nikah Kekasihnya, Pria Ini Terobos Kamar Pengantin

Related image
alpermata.com

Belakangan ini kisah cinta yang kandas dengan berakhir sebagai tamu undangan telah banyak tersebar di media sosial. Namun berbeda dengan kisah cinta pria ini.

Pria asal Mamasa, Sulawesi Barat ini memiliki kisah cinta yang pilu. Bahkan kisah cintanya ini tengah ramai dibicarakan di media sosial.


Dimana terlihat pria ini nekat menerobos kamar pengantin pacarnya tersebut yang dijodohkan oleh orang tuanya dengan lelaki lain. Pria ini datang dengan mengira bahwa kabar yang ia dapat itu hanya candaan, nyata si pria langsung datang kerumah sang kekasih dan membuktikannya.

Enam tahun sudah kandas, pria ini hanya menangis di kamar sang kekasih yang akan melangsungkan pernikahan.

Menurut kabar yang beredar, kedua orang tua si wanita tidak merestui hubungan keduanya karena adanya perbedaan keyakinan. Mereka menyaratkan satu iman jika menginginkan melangkah lebih jauh ke tahap pernikahan.

Sumber: Akurat.co 

Anjing Dikurung Akan Timbulkan Masalah? Ini Kata Ahlinya

Image result for anjing dikurung
Erabaru

Setelah adanya pemberitaan tentang anjing yang dikurung telah menggigit asisten rumah tangga hingga tewas. Kini para pemilik anjing diharapkan untuk tidak mengurung anjingnya. Hal ini diungkap oleh Hadianto Warjawan dari Jakarta Rescue.

Dimana menurutnya, anjing memiliki sifat dasar yaitu predator. Dan pemiliknya juga harus mengetahui karakter si anjing tersebut.

"Tentu nggak semua orang bisa langsung berinterkasi. Hanya orang-orang tertentu saja yang sudah tahu karakter si Anjing," ucapnya, seperti yang dilansir dari Akurat.co.

Dan untuk itu, semua orang tidak perbolehkan untuk mengurungnya terlalu lama dalam kandang. Sebab, itu juga akan menjadi masalah besar.

"Kalau dikurung itu akan menimbulkan problem. Anjing akan murung dan ketika murung itu berbahaya bagi semua orang. Bahkan bisa dimakan sama Anjing tersebut," tandasnya.

Terlebih jika anjing bertipikal pemburu, ia mengatakan bahwa anjing-anjing tersebut tidak gampang berinteraksi dengan orang lain yang belum dikenalnya.

Sumber: Akurat.co

Stres Bisa Picu Naiknya Asam Lambung, Ini Penjelasannya

Image result for asam lambung
Liputan6.com

Biasanya penyakit asam lambung disebabkan karena telat makan atau bisa jadi pola makan yang tidak teratur. Namun ternyata tak hanya itu saja lho. Faktor stress dalam segala macam urusan pekerjaan dan beban pikiran bisa memicu naiknya asam Lambung. 

Hal ini terungkap dari sebuah studi yang diluncurkan oleh Alimentary Pharmacology and Therapeutics pada tahun 2007 mengungkapkan bahwa orang-orang yang sering merasa Stres atau cemas berisiko 2-4 kali terkena Gastroesophageal Reflux Disease (GERD).

Dimana menurut studi tersebut, saat seseorang merasa Stres atau cemas, efeknya akan sangat berpengaruh pada organ dalam perut dan tentunya bisa mendorong produksi asam meningkat.

Hal ini kemudian berdampak pada beberapa aspek sistem pencernaan. Yang kemudian, dapat menurunkan produksi hormon yang melindungi lambung dari cairan asam lambung itu. Bahkan, saat otak berjuang untuk menahan Stres, otak akan memiliki sedikit energi yang tersisa untuk mengatur sistem tubuh lainnya.

Dimana kemudian lambung dapat menghasilkan lebih banyak asam ketika seseorang gelisah dan ini dapat menyebabkan mereka mengalami gejala nyeri yang tak tertahankan.

Maka dari itu, kita haru bisa mengurangi rasa stress dengan meluangkan waktu untuk rileks yaa..

Sumber: Akurat.co 

Anjingnya Gigit ART Hingga Tewas, Ini Kata Bima Aryo

Image result for bima aryo
Tribun Medan - Tribunnews.com

Pemberitaan mengenai anjing milik presenter Bima Aryo yang diduga menggigit seorang assiten rumah tangga bernama Yayan (35) hingga meninggal dunia kini menjadi pembicaraan publik.

Sudah bungkam cukup lama, akhirnya Bima kini angkat suara terkait gigitan anjingnya yang berjenis Belgian Malinois itu. Melalui akun instagramnya, Bima menyampaikan duka cita kepada keluarga korban.



Lihat postingan ini di Instagram

Assalamualaikum warohmatullohi wabarokatuh. Salam sejahtera bagi kita semua. Kami keluarga besar Bima Aryo dan The Golden Family dengan ini menyampaikan duka cita yang sangat mendalam atas musibah meninggalnya pekerja rumah tangga kami. Saat ini seluruh keluarga sungguh sangat terpukul atas kejadian tersebut. Tragedi dan musibah ini sungguh sangat tidak terduga. Dalam kesempatan ini kami menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada keluarga ibu Yayan dan bapak Ejang. Kami bersama keluarga almarhumah sepakat untuk bersama-sama menghadapi musibah ini dan menyikapi kejadian musibah ini secara kekeluargaan. Mohon maaf juga kami sampaikan kepada khalayak dan media, saat ini kami belum bisa memberikan keterangan secara langsung dikarenakan kami masih sangat berduka dan masih fokus kepada keluarga korban. Demikian pernyataan ini kami sampaikan. Terima Kasih. Wassalamualaikum warohmatulloh wabarokatuh.
Sebuah kiriman dibagikan oleh BEEMZ (@bimaaryo) pada


"Assalamualaikum warohmatullohi wabarokatuh. Salam sejahtera bagi kita semua. Kami keluarga besar Bima Aryo dan The Golden Family dengan ini menyampaikan duka cita yang sangat mendalam atas musibah meninggalnya pekerja rumah tangga kami," tulis Bima Aryo, Jumat (5/9).

Dalam postingannya itu ia meminta maaf dan mengaku merasa syok atas kejadian ini. Dimana ia juga menegaskan bahwa kedua belah pihak telah sepakat kalau masalah ini akan disikapi secara kekeluargaan.

"Dalam kesempatan ini, kami menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada keluarga ibu Yayan dan bapak Ejang. Kami bersama keluarga almarhumah sepakat untuk bersama-sama menghadapi musibah ini dan menyikapi kejadian musibah ini secara kekeluargaan," jelasnya.

"Demikian pernyataan ini kami sampaikan. Terima Kasih. Wassalamualaikum warohmatulloh wabarokatuh," tutupnya.

Dalam kasus ini, polisi turut memanggil beberapa saksi. Dimana Kapolsek Cipayung, Kompol Abdul Rasyid awalnya mengatakan kalau dalam kasus ini ada dugaan kelalaian atau tindak pidana sebagaimana pasal 359 KUHP tentang kealpaan yang menyebabkan matinya seseorang.

Walau begitu, polisi tetap akan memastikan jalannya proses hukum meski pihak keluarga telah menyampaikan permintaan maaf kepada keluarga Yayan.

"Kalau masalah damai kami tidak terlibat di dalamnya. Kerena itu urusan mereka. Maka kami bilang silahkan saja itu urusan mereka. Kalau urusan polisi, kami tetap lakukan penyelidikan. Kenapa? Itu ada korban MD. Kita tetap lakukan proses hukum," tutur Abdul Rasyid beberapa waktu lalu.

Sumber: Akurat.co 

Ubah Jajaran Manajemen, BJB Siap Hadapi Tantangan di Era Perbankan Digital

Image result for agus mulyana bjb era perbankan digital


Ditengah persaingan dalam merespon kebutuhan konsumen, Bank BJB kini hadir menjawab tantangan perkembangan digital di tengah persaingan yang kian kompetitif dengan jajaran manajemen yang baru.

Jajaran direksi Bank BJB saat ini dipimpin oleh Yuddy Renaldi sebagai Direktur Utama, Agus Mulyana sebagai Direktur Kepatuhan, Nia Kania sebagai Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko, Rio Lanasier sebagai Direktur IT, Treasury, dan International Banking, Suartini sebagai Direktur Konsumer dan Ritel serta Tedi Setiawan sebagai Direktur Operasional. 

Bank dengan kode emiten BJBR ini berhasil menorehkan kinerja positif pada Triwulan II 2019.  Dimana Bank BJB mencatatkan aset sebesar Rp120,7 triliun atau tumbuh sebesar 6,4% year on year yang didukung oleh penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar Rp95,1 triliun atau tumbuh 7% y-o-y. Dengan Total kredit meningkat 8,2% menjadi sebesar Rp78,2 triliun. Kinerja bisnis tersebut membuat bank bjb berhasil mencatatkan laba bersih sebesar Rp803 miliar.  

Berbagai langkah strategis ysng ditempuh Bank BJB untuk percepatan bisnis dan peningkatan layanan kepada nasabah. Agus Mulyana yang juga termasuk jajaran direksi Bank bjb akan melakukan pengembangan digitalisasi produk dan layanan, dengan rencana pengembangan jangka pendek.

Dengan melakukan akselerasi pembangunan beberapa produk dan layanan elektronik serta digital banking antara lain seperti pengembangan e-money server based untuk transaksi menggunakan QR Code, perluasan fitur dari mobile banking Bank BJB termasuk BJB Digi yang lebih user friendly, integrasi bisnis digital dengan perusahaan Fintech termasuk e-commerce, self service banking machine atau e-kiosk dan transaksi menggunakan chat bot.

Sedangkan untuk pengembangan jangka panjang dalam digitalisasi layanan, Bank BJB dengan jajaran komisaris diisi oleh Farid Rahman sebagai Komisaris Utama Independen, Eddy Iskandar Muda Nasution dan Muhadi sebagai Komisaris, serta Fahlino F. Sjuib dan Yayat Sutaryat sebagai Komisaris Independen.akan mengoptimalkan kolaborasi dengan pemerintah daerah dalam bentuk elektronifikasi layanan pengelolaan keuangan daerah, antara lain digitalisasi layanan publik, digitalisasi Pemerintahan Daerah dan mendukung program Smart City. 

"Kami meyakini di dalam setiap perubahan akan selalu ada peluang dan tantangan untuk dihadapi. bank bjb siap menghadapi tantangan-tantangan baru ini dan membuktikan bahwa bank bjb merupakan bank yang adaptif dan dinamis dalam merespon kebutuhan layanan transaksi nasabah,"  ujar Direktur Utama bank bjb Yuddy Renaldi.

Sumber: AyoBandung

Selasa, 03 September 2019

Berhasil Menerapkan Pengelolaan Risiko Dengan Baik, Bank BJB Raih Top GRC 2019

Direktur Kepatuhan bank bjb Agus Mulyana memegang penghargaan TOP GRC 2019. (Istimewa)



Penghargaan TOP GRC 2019 #4 Stars kini didapatkan Bank BJB setelah dinilai sangat baik dalam menerapkan manajemen risiko dan kepatuhan sangat baik. Penghargaan ini dinilai dari tiga aspek utama, yakni sistem, infrastruktur, dan implementasi tata kelola perusahaan.

Bahkan Bank BJB berhasil menerapkan pola manajemen risiko yang dinanungi oleh Agus Mulyana sebagai Direktur Kepatuhan dan Manajemen risiko dengan terbukti memberi rasa aman sekaligus menunjang pertumbuhan perusahaan. Bank BJB berhasil menjaga Catatan perseroan pada Semester I 2019 rasio Non Performing Loan (NPL) di level 1,7% atau lebih baik dibanding rasio NPL industri perbankan per Mei 2019 yang sebesar 2,61%. 

Sementara itu, rasio Net Interest Margin (NIM) bank BJB berada pada level 5,7% atau berada di atas rata-rata rasio NIM industri perbankan yang mencapai 4,9%. Sedangkan dari segi kinerja, tercatat total aset bank bjb berhasil tumbuh 6,4% year on year (yoy) menjadi sebesar Rp120,7 triliun. Pertumbuhan aset ini didukung oleh penghimpunan DPK sebesar Rp95,1 triliun atau tumbuh sekitar 7% yoy. Sedangkan untuk laba bersih setelah pajak tercatat sebesar Rp803 miliar. Untuk total kredit yang disalurkan mencapai Rp78,2 triliun atau tumbuh sebesar 8,2% yoy.

Tentunya, langkah positif pengelolaan risiko perusahaan ini juga diakui berbagai pihak yang kompeten, termasuk di antaranya Top Business, Komite Nasional Kebijakan Governance (KNKG), Indonesia Risk Management Professional Association (IRMAPA), Institute Compliance Professional Indonesia (ICoPI), dan Asia Business Research Center yang saling bekerja sama memberikan penghargaan TOP GRC (Governance, Risk & Compliance) 2019.

Tak hanya Bank saja, Agus Mulyana juga mendapat penghargaan di acara ini. Direktur Kepatuhan Bank BJB Agus Mulyana juga didapuk sebagai The Most Committed GRC Leader 2019 dalam ajang ini. 

"bank bjb menyadari berbagai langkah usaha yang dilakukan perseroan harus dilandasi oleh tujuan mulia untuk terus berkembang dan berkontribusi bagi negeri. Seluruh keputusan perusahaan selalu didasarkan pada prinsip tata kelola yang baik, didukung analisis tajam untuk melihat berbagai peluang dan ikhtiar nyata demi mempertahankan kebutuhan nyata dan berkelanjutan," kata Pemimpin Divisi Corporate Secretary Bank BJB, M. As'adi Budiman. 

Bank BJB sendiri selalu menerapkan prinsip tata kelola perusahaan yang baik alias good corporate governance (GCG) dalam setiap langkah usahanya. Dimana penerapan sistem tata kelola ini merupakan salah satu upaya perusahaan untuk menghindari potensi fraud yang merugikan berbagai pihak dari beragam aspek.

GCG Bank BJB telah terbukti bekerja dengan baik dan beberapa kali membuat perbankan diganjar penghargaan, tak terkecuali dari lembaga antirasuah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Sumber: AyoBandung