Senin, 14 Januari 2019

Misbakhun Kini Kembali Mendapat Dukungan, Salah Satunya Hamdi Muluk

Hasil gambar untuk mukhamad Misbakhun diwawancara
Sumber: akurat.co

Adanya tuduhan Misbakhun korupsi dalam kasus Misbakhun kala itu membuat banyak orang mengatakan bahwa itu adalah 'kriminaliasi' terhadap para anggota DPR tersebut.

Faktanya, kini ia bebas murni pada tingkat Peninjauan Kembali (PK) di Mahkamah Agung (MA) mengenai kasus Misbakhun korupsi yang menyangkut L/C (letter of credit) yang merupakan fiktif perusahaannya di Bank Century.

"Logika bahwa Misbakhun telah dikriminalisasi oleh penguasa menjadi masuk akal. Sebab, dengan fakta hukum PK bebas murni di MA, dia bisa bilang bahwa proses hukum yang menimpanya itu merupakan kriminalisasi melalui rekayasa hukum," kata pakar psikologi politik Universitas Indonesia (UI), Hamdi Muluk.

Kasus Misbakhun ini dicurigai adanya campur tangan pemerintah saat itu. Ia pun mencuitkan hal tersebut di twitternya.

"Putusan bebas murni tingkat PK untuk saya jadi bukti bahwa SBY melakukan kriminalisasi hukum terhadap lawan politiknya. Aparat hukum dibawah kekuasaan Presiden SBY, yaitu polisi dan jaksa, melakukan rekayasa hukum terhadap saya sejak awal". (@MMisbakhun)

Hamdi kemudian melanjutkan, bahwa kasus tudingan Misbakhun korupsi atas L/C fiktif itu terjadi karena Misbakhun semakin aktif mengenai Bank Century. Ia mendesak penelusuran adanya dugaan pelanggaran dalam kebijakan pengucuran dana talangan (bailout) senilai Rp 6,7 triliun untuk Bank Century.

"Kasus bailout Bank Century ini ibarat kotak pandora yang kalau dibuka, kita tidak tahu apa isi yang berhamburan. Tapi, berdasarkan analisa politik, kasus ini memang mengarah ke Istana karena kebijakan itu ditengarai mengandung maksud terselubung jelang Pemilu 2009. Berkembang dugaan bahwa kebijakan pemberian dana talangan itu sebagai taktik menggalang dana untuk kepentingan pemilu," kata Hamdi.

Rabu, 09 Januari 2019

Mukhamad Misbakhun: Dunia Politik Itu Keras

Hasil gambar untuk Misbakhun dalam acara Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia
Sumber: Nasional Kompas

Mukhammad Misbakhun, seorang politikus yang mengatakan bahwa dunia politik adalah dunia yang keras. Adanya kasus Misbakhun yang pernah menjeratnya hingga dituduh menjadi kasus Misbakhun korupsi membuatnya menjadi sorotan pubik saat itu, apalagi tuduhan itu disangkut pautkan dengan Bank century yang memang sedang menjadi masalah juga.

Hal tersebut ia sampaikan di hadapan lebih dari 100 kader ICMI yang menjadi peserta acara.dalam acara sekolah politik Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) di Jakarta, Jumat (9/12/2016).

Dalam acara itu, ia juga menceritakan beberapa pengalamannya. Ia berbagi cerita bagaimana kehidupannya ketika mengalami tuduhan atas kasus Misbakhun hingga tertuduh menjadi kasus Misbakhun korupsi. Dimana karena kasus Misbakhun itu, Misbakhun sempat dipenjara sebelum akhirnya dibebaskan karena putusan Mahkamah Agung yang menyatakan dia tak bersalah.

"Bagi saya, episode hidup saya terbaik adalah saat saya dipenjara. Saat di sana, dalam tiga hari, saya bisa khatam Al Quran. Saat di penjara, saya khatamkan Al Quran lebih banyak dibanding waktu lainnya sepanjang hidup saya," kata Misbakhun.

Sesudah bebas dari tuduhan mengenai kasus Misbkahun korupsi, Misbakhun mengaku bahwa dirinya tidak pernah memiliki masalah personal dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada saat itu. Walau sempat dituduh atas kasus Misbakhun dan memiliki konflik, namun Misbakhun masih menghormati SBY sebagai seorang tokoh tinggi dan presiden.

"Yang saya serang kebijakannya. Berdebat melawan pemimpin, jangan pernah pribadinya, tapi serang kebijakannya,"  tambah Misbakhun.

Misbakhun keluar dari PKS dan masuk ke Partai Golkar yang kemudian kembali ke dapilnya, dan menjalin hubungan dengan warga yang dulu memilihnya saat masih di PKS. Misbakhun berhasil memberikan satu kursi DPR untuk Golkar, sementara PKS kehilangan satu kursi. Bahkan Misbakhun menyimpulkan bahwa perperangan terberat yang harus dihadapi politisi itu adalah justru di internal partainya sendiri.

"Realitas seperti ini tak bisa dinafikan. Walau bukan kondisi ideal, tapi itu harus bisa kita lewati. Pertarungan paling keras adalah pertarungan internal partai," ucap kembali  Misbakhun.

Misbakhun juga menjelaskan, bahwa jika seseorang ingin berkarir di dunia politik harus bisa menunjukkan kapabilitas dan semangatnya, sehingga akan dipakai oleh rezim manapun yang berkuasa di partai.

"Tapi ingat juga. Kalau di medan perang, ada peribahasa, kill or to be killed. Kalau di politik Indonesia, ada istilah 'nyawa politisi melebihi kucing'. Dia bisa hidup, mati, hidup, mati, hidup lagi," tambahnya.

Dia juga memberitahu bahwa karir di politik akan langgeng kalau posisi di daerah pemilihan diperkuat dengan rajin turun ke masyarakat. Dengan kuat di dapil, kata dia, parpol tidak akan mau kehilangan sang politisi karena otomatis akan kehilangan kursi juga.

 "Parpol lain juga akan mikir melawan kita. Ini yang bikin kita dihargai di dalam politik," tambahnya.

Singkatnya setiap permasalahan pasti ada hikmahnya di dalam seperti kasus Misbakhun sendiri yang memiliki hikmah begitu banyak dan malah membuat beliau semakin dekat dengan tuhannya.

Rabu, 02 Januari 2019

Telah Menemukan Jalan Politiknya Sendiri, Misbakhun Pindah Haluan

Image result for mukhamad misbakhun
Sumber: Liputan6.com

Pengakuan dirinya telah keluarnya dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) memang tak membuat banyak pihak terkejut. Pasalnya, Muhammad Misbakhun mengaku sudah memilih jalan politiknya sendiri dengan masuk kedalam Fraksi Golongan Karya (Golkar). 

Ia sendiri juga mengaku keluar dari PKS bukan karena ada masalah apapun dan tidak ada kaitannya dengan kasus Misbakhun ataupun kasus Misbakhun korupsi yang pernah membelitnya itu.

"Benar bahwa saya sudah berpamitan dengan Presiden PKS, Ustaz Anis Matta, dan beberapa pengurus DPP PKS di kantor DPP PKS. Itu saya lakukan untuk menjunjung tinggi etika politik yang baik, untuk menjaga hubungan baik, dan tali silaturahmi yang selama ini sudah terjalin dan terjaga dengan baik," ucap Misbakhun dalam pernyataan pers yang diterima, Jumat (8/3/2013). 

Misbakhun juga pernah mengatakan, perpisahan itu dipenuhi rasa persahabatan. Presiden PKS Anis Matta juga sempat memberikan sejumlah pesan kepadanya. 

Ditahun 2010, Misbakhun sempat menjadi tersangka dalam kasus dugaan L/C fiktif Bank Century. Dengan adanya kasus Misbakhun itu bukan berarti terbukti adanya kasus Misbakhun korupsi karena dugaan itu hanyalah tuduhan dan kasus Misbakhun ini dinyatakan tidak bersalah . 

Saat itu, Mukhammad Misbakhun sendiri merupakan anggota Komisi XI dari Fraksi PKS. Namun saat menjadi tersangka, Fraksi PKS kemudian mengganti Muhammad Misbakhun dengan Muhammad Firdaus. Tetapi, saat Misbakhun digantikan, ternyata Mahkamah Agung memutuskan hasil kalau ternyata Misbakhun tidak bersalah. Misbakhun sempat meminta partainya melakukan rehabilitasi atas nama baiknya karena jelek karena kasus saat terjadinya kasus Misbakhun itu, akan tetapi entah kenapa permintaan itu tidak direalisasikan hingga kini. 

"Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh pengurus dan kader PKS atas dukungannya selama ini kepada saya," ucapnya. 

Misbakhun kini mengaku sudah mengikuti proses orientasi sebagai fungsionaris Partai Golkar. 

"Bagi saya, pengabdian untuk masyarakat bisa melalui banyak cara dan jalan. Begitu juga atas pilihan melalui partai politik mana yang harus saya pilih untuk melakukan tugas pengabdian ke masyarakat tersebut. Pilihan saya untuk saat ini dan ke depan adalah melalui Partai Golkar," ucapnya. 

"Saya ingin menjadi bagian dari sejarah cemerlang Partai Golkar di masa yang akan datang untuk membangun bangsa dan negara," lanjutnya.