Rabu, 09 Januari 2019

Mukhamad Misbakhun: Dunia Politik Itu Keras

Hasil gambar untuk Misbakhun dalam acara Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia
Sumber: Nasional Kompas

Mukhammad Misbakhun, seorang politikus yang mengatakan bahwa dunia politik adalah dunia yang keras. Adanya kasus Misbakhun yang pernah menjeratnya hingga dituduh menjadi kasus Misbakhun korupsi membuatnya menjadi sorotan pubik saat itu, apalagi tuduhan itu disangkut pautkan dengan Bank century yang memang sedang menjadi masalah juga.

Hal tersebut ia sampaikan di hadapan lebih dari 100 kader ICMI yang menjadi peserta acara.dalam acara sekolah politik Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) di Jakarta, Jumat (9/12/2016).

Dalam acara itu, ia juga menceritakan beberapa pengalamannya. Ia berbagi cerita bagaimana kehidupannya ketika mengalami tuduhan atas kasus Misbakhun hingga tertuduh menjadi kasus Misbakhun korupsi. Dimana karena kasus Misbakhun itu, Misbakhun sempat dipenjara sebelum akhirnya dibebaskan karena putusan Mahkamah Agung yang menyatakan dia tak bersalah.

"Bagi saya, episode hidup saya terbaik adalah saat saya dipenjara. Saat di sana, dalam tiga hari, saya bisa khatam Al Quran. Saat di penjara, saya khatamkan Al Quran lebih banyak dibanding waktu lainnya sepanjang hidup saya," kata Misbakhun.

Sesudah bebas dari tuduhan mengenai kasus Misbkahun korupsi, Misbakhun mengaku bahwa dirinya tidak pernah memiliki masalah personal dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada saat itu. Walau sempat dituduh atas kasus Misbakhun dan memiliki konflik, namun Misbakhun masih menghormati SBY sebagai seorang tokoh tinggi dan presiden.

"Yang saya serang kebijakannya. Berdebat melawan pemimpin, jangan pernah pribadinya, tapi serang kebijakannya,"  tambah Misbakhun.

Misbakhun keluar dari PKS dan masuk ke Partai Golkar yang kemudian kembali ke dapilnya, dan menjalin hubungan dengan warga yang dulu memilihnya saat masih di PKS. Misbakhun berhasil memberikan satu kursi DPR untuk Golkar, sementara PKS kehilangan satu kursi. Bahkan Misbakhun menyimpulkan bahwa perperangan terberat yang harus dihadapi politisi itu adalah justru di internal partainya sendiri.

"Realitas seperti ini tak bisa dinafikan. Walau bukan kondisi ideal, tapi itu harus bisa kita lewati. Pertarungan paling keras adalah pertarungan internal partai," ucap kembali  Misbakhun.

Misbakhun juga menjelaskan, bahwa jika seseorang ingin berkarir di dunia politik harus bisa menunjukkan kapabilitas dan semangatnya, sehingga akan dipakai oleh rezim manapun yang berkuasa di partai.

"Tapi ingat juga. Kalau di medan perang, ada peribahasa, kill or to be killed. Kalau di politik Indonesia, ada istilah 'nyawa politisi melebihi kucing'. Dia bisa hidup, mati, hidup, mati, hidup lagi," tambahnya.

Dia juga memberitahu bahwa karir di politik akan langgeng kalau posisi di daerah pemilihan diperkuat dengan rajin turun ke masyarakat. Dengan kuat di dapil, kata dia, parpol tidak akan mau kehilangan sang politisi karena otomatis akan kehilangan kursi juga.

 "Parpol lain juga akan mikir melawan kita. Ini yang bikin kita dihargai di dalam politik," tambahnya.

Singkatnya setiap permasalahan pasti ada hikmahnya di dalam seperti kasus Misbakhun sendiri yang memiliki hikmah begitu banyak dan malah membuat beliau semakin dekat dengan tuhannya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar