![]() |
| Sumber: Liputan6.com |
Setelah suksesnya Debat Pertama Pilpres pada 17 Januari 2019 lalu, diharapkan Debat Kedua Pilpres 2019 diharapkan bisa lebih menarik dan berbeda dari debat kemarin.
Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Hasil Muktamar Jakarta, Humphrey Djemat, mengungkapkan bahwa dengan tidak adanya kisi-kisi atau bocoran pertanyaan debat kepada para kandidat, maka orisinalitas jawaban dari para kandidat akan terlihat.
"Artinya dalam debat kedua nanti otentiknya jawaban dari sang capres di panggung terlihat jelas," ungkapnya di Jakarta, Kamis (14/2/2019).
Bahkan Humphrey mengatakan jika debat kedua nanti juga harus disiapkan sebuah format yang matang, sehingga bisa memunculkan konsep atau gagasan besar dari peserta debat.
Karena dalam debat kedua nanti, cawapres tidak ikut ditampilkan, namun hanya Capresnya saja, sehingga waktunya cukup tersedia untuk memunculkan argumentasi bermutu yang didukung data dan fakta agar bisa dipertanggungjawabkan.
"Dalam debat nanti juga ada segmen pertarungan bebas di antara kedua peserta yang bisa menciptakan suasana debat sesungguhnya. Ini harus bisa dimanfaatkan dengan baik oleh kedua Capres," katanya.
Humphrey juga meminta kepada moderator supaya bisa mempertajam beberapa isu yang saat ini sedang hangat. Sehingga masing-masing isu dalam tema debat bisa memunculkan perbedaan yang kontras, baik dari kebijakan yang dilakukan pemerintah saat ini yakni Jokowi, dengan kritik yang tajam dari Prabowo Subianto, termasuk solusi ke depannya jika Prabowo menjadi presiden.
"Dengan demikian maka pada debat kedua nanti ada kemunculan argumentasi keberhasilan vs kegagalan yang cukup mencolok," ujarnya.
Selain itu menurut Humphrey, semua argumentasi tajam itu akan sangat menarik jika dikaitkan dengan kasus impor pangan, kasus Freeport dan kasus infrastruktur. Artinya dalam debat nanti jangan hanya bicara normatif saja, sehingga membuat suasana debat tidak menarik dan sulit dipahami.
Karena itu, dalam debat nanti harus membahas tentang kemanfaatan bagi masyarakat banyak.
Bahkan Humphrey pun memberikan pesan khusus untuk Prabowo Subianto dalam debat kedua nanti, yakni jangan melupakan pemilih milenial yang jumlahnya kurang lebih 85 juta atau sekitar 40 persen dari total pemilih sekitar 192 juta.
"Merekalah (kaum milenial) yang jadi massa mengambang atau swing voters. Merekah yang menentukan kemenangan Presiden. Rebutlah simpati mereka dengan cara menjawab tiap isu tema debat kedua ini dikaitkan dengan kebutuhan kepentingan generasi milenial," tutupnya.
Sumber: akurat.co
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2706949/original/052244100_1547743965-20190117-Debat-Pilpres-2019-4.jpg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar