![]() |
| Sumber: Tribunnews.com |
Berita baru kali ini datang dari CEO BukaLapak, Achmad Zaky yang kemarin sempat memberikan pernyataan klarifikasinya terkait cuitan dalam akun twitter pribadi miliknya.
“Saya, Achmad Zaky selaku pribadi dan sebagai salah satu pendiri BukaLapak, dengan ini menyatakan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas pernyataan yang saya sampaikan di media sosial. Saya sangat menyesali kekhilafan tindakan saya yang tidak bijaksana tersebut dan kiranya mohon dibukakan pintu maaf yang sebesar-besarnya,” ungkapnya melalui pernyataan tertulisnya, Jumat (15/2/2019).
Dalam cuitannya itu, ia terkesan sangat mengkritik pemerintahan saat ini. Namun pada prinsipnya, dia sangat memperhatikan kemajuan industri teknologi di Indonesia. Dengan menaruh harapan begitu besar terhadap pemerintah agar investasi dalam bidang Riset Dan SDM tingkat tinggi bisa menjadi salah satu pendorong kemajuan Indonesia.
Dana abadi universitas dunia (in USD)— Achmad Zaky (@achmadzaky) 14 Februari 2019
1.Harvard 37B
2.Yale 35B
5.Stanford 22B
Oxford 6.3B
NUS (spore) 4B
Tsinghua 3B
Kyoto 2.2B
NTU (spore) 2B
ANU 1B
Uni of South Africa 0.7B
UI 0.03B
ITB 0.015B
Bagai bumi dan langit :'(
Namun dengan tegas, dirinya menyatakan bahwa cuitan tersebut tidak bermaksud untuk mendukung salah satu calon presiden tertentu. Melainkan ajakan untuk bersama membangun Indonesia melalui penelitian dan pengembangan ilmiah.
Bahkan ia juga menghargai Dukungan dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) kepada BukaLapak selama ini yang dianggap mampu membangkitkan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) serta banyak menyerap tenaga kerja di Indonesia.
Buat pendukung pak Jokowi, mohon maaf jika ada yg kurang sesuai kata2 saya 🙏🙏🙏 jadi misperception. Saya kenal Pak Jokowi orang baik. Bahkan sudah saya anggap seperti Ayah sendiri (sama2 orang solo). Kemarin juga hadir di HUT kami. Tidak ada niat buruk tentunya dari tweet saya.— Achmad Zaky (@achmadzaky) 14 Februari 2019
Dia bersama tim BukaLapak akan terus berkomitmen untuk membangun Indonesia melalui teknologi. Seperti diketahui, investasi di bidang Riset Dan SDM di Indonesia masih minim perhatian. Pada 2016, Riset Dan SDM Indonesia menempati posisi 43. Namun, data terbaru 2018, bidang tersebut telah naik peringkat ke-28.
"Achmad Zaky dan BukaLapak amat sangat berterima kasih atas kebijakan serta Dukungan pemerintah Indonesia yang diberikan selama ini kepada Bukalapak," ucapnya.
Sumber: akurat.co
"Achmad Zaky dan BukaLapak amat sangat berterima kasih atas kebijakan serta Dukungan pemerintah Indonesia yang diberikan selama ini kepada Bukalapak," ucapnya.
Sumber: akurat.co

Tidak ada komentar:
Posting Komentar