![]() |
| Sumber: Ngopibareng.id |
Jumat, 15 februari 2019, Indonesia kembali berduka, mantan sprinter terbaik di era 1980-an, Purnomo Muhammad Yudhi telah berpulang setelah empat dirawat di Rumah Sakit Pondok Indah, Jakarta.
Juara SEA Games 1985 ini meninggal diusia yang ke 56 tahun setelah dirinya berjuang selama beberapa tahun menghadapi kanker getah bening. Kini ia meninggalkan satu orang istri dan empat orang anak.
Pencapaian terbaik Purnomo saat itu dilakukan dalam Olimpiade 1984 di Los Angeles, Amerika Serikat. Yang saat itu sukses menempatkan diri ke semifinal sebagai satu-satunya wakil Asia di lintasan.
Hal itu dicapai setelah Purnomo mencapai garis finish di posisi ketiga di belakang pelari asal Amerika Serikat, Ray Stewart, dan sprinter asal Inggris, Allan Wells, di perempat final. Saat itu, catatan waktu Purnomo adalah 10,43 detik.
Namun, dalam perjuangannya itu harus kandas di babak semifinal dengan hanya bisa menempatkan diri di posisi terakhir dari delapan pelari. Namun demikian, catatan itu cukup mengejutkan bagi Indonesia sebagai satu-satunya pelari Asia dari 16 tatlet yang bertarung di semifinal.
Adapun capaian lainnya adalah meraih perak pada Kejuaraan Asia di Jakarta 1985, juga emas 200 meter dan estafet di SEA Games 1985 di Bangkok, Thailand. Selepas menjadi atlet, Purnomo sempat aktif berpolitik bersama Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan dan Partai Gerindra.
Namun bagaimanapun itu perjuangannya, Purnomo telah mewarnai Indonesia dengan capaiannya itu. Semoga apa yang telah dicapainya itu bisa membangkitkan gairah para atlet lain serta anak muda Indonesia agar bisa turut mewarnai Indonesia bahkan dunia dengan banyaknya capaian yang membanggakan.
Sumber: akurat.co

Tidak ada komentar:
Posting Komentar